Ringkasan
Terobosan di lembaga pendidikan ini diluncurkan
sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang menuntut terciptanya “NASA
MART†yakni belum terpenuhinya lebutuhan harian siswa di lingkungan sekolah
yang tidak bisa dilakukan oleh wali murid, mengingat sekolah ini merupakan
sekolah asrama (boardingschool) yang sebagian besar aktifitas dilakukan
dilingkungan sekolah, sehingga ketika anak-anak membutuhkan bantuan terkait kebutuhan sehari-hari mereka
harus melalui satpam,penjaga sekolah
atau pengelola asrama. Dengan
adanya latar belakang ini  pihak sekolah
dapat memfasilitasi penyediaan NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi
kebutuhan siswa di lingkungan asrama.
sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang menuntut terciptanya “NASA
MART†yakni belum terpenuhinya lebutuhan harian siswa di lingkungan sekolah
yang tidak bisa dilakukan oleh wali murid, mengingat sekolah ini merupakan
sekolah asrama (boardingschool) yang sebagian besar aktifitas dilakukan
dilingkungan sekolah, sehingga ketika anak-anak membutuhkan bantuan terkait kebutuhan sehari-hari mereka
harus melalui satpam,penjaga sekolah
atau pengelola asrama. Dengan
adanya latar belakang ini  pihak sekolah
dapat memfasilitasi penyediaan NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi
kebutuhan siswa di lingkungan asrama.
Latar Belakang dan Tujuan Inovasi
Anak-anak yang bersekolah
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
Terobosan baru dilingkunganÂÂÂ
lembaga pendidikan terus dilakukan oleh sekolah khususnya sekolah SMAN 3
Taruna Angkasa Madiun. Sekolah ini memiliki terobosan berupa penyedia fasilitas layanan yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan siswa  dan siswi yaituÂÂÂ
“NASA MARTâ€Â yang berada dikawasan
dalam lingkungan sekolah. Terobosan di
lembaga pendidikan ini diluncurkan sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang
menuntut terciptanya “NASA MART†yakni belum terpenuhinya lebutuhan harian
siswa di lingkungan sekolah yang tidak bisa dilakukan oleh
wali murid, mengingat sekolah ini merupakan sekolah asrama (boardingschool)
yang sebagian besar aktifitas dilakukan dilingkungan sekolah, sehingga ketika
anak-anak membutuhkan bantuan terkait
kebutuhan sehari-hari mereka harus melaluiÂÂÂ
satpam,penjaga sekolah atau pengelola asrama. Dengan adanya latar belakang ini  pihak sekolah dapat memfasilitasi penyediaan
NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi kebutuhan siswa di lingkungan
asrama
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
Terobosan baru dilingkunganÂÂÂ
lembaga pendidikan terus dilakukan oleh sekolah khususnya sekolah SMAN 3
Taruna Angkasa Madiun. Sekolah ini memiliki terobosan berupa penyedia fasilitas layanan yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan siswa  dan siswi yaituÂÂÂ
“NASA MARTâ€Â yang berada dikawasan
dalam lingkungan sekolah. Terobosan di
lembaga pendidikan ini diluncurkan sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang
menuntut terciptanya “NASA MART†yakni belum terpenuhinya lebutuhan harian
siswa di lingkungan sekolah yang tidak bisa dilakukan oleh
wali murid, mengingat sekolah ini merupakan sekolah asrama (boardingschool)
yang sebagian besar aktifitas dilakukan dilingkungan sekolah, sehingga ketika
anak-anak membutuhkan bantuan terkait
kebutuhan sehari-hari mereka harus melaluiÂÂÂ
satpam,penjaga sekolah atau pengelola asrama. Dengan adanya latar belakang ini  pihak sekolah dapat memfasilitasi penyediaan
NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi kebutuhan siswa di lingkungan
asrama
Kesesuaian Kategori
NASA MART adalah sebuah ruangan  yang terdapat di dalam lingkungan sekolah yang
dapat digunakan untuk menyediakan kebutuhan para siswa dan siswi
taruna Angakasa, baik dari segi bahan makananÂÂÂ
yang bisa dikonsumsi langsung, maupunÂÂÂ
alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran. Kesadaran pihak sekolah  pentingnya pengadaan fasilitas dan layanan ini
dilingkungan sekolah sebenarnya melekat pada
pemenuhan kebutuhan sarana prasarana di lingkungan sekolah. Dengan
terciptanya pemenuhan kebutuhan siswa melalui pengadaan NASA MART di lingkungan
sekolah, harapannya siswa lebih nyaman berbelanja di dalam lingkungan sekolah,
tidak harus keluar area lingkungan sekolah dengan melibatkan satpat,
petugas sekolah maupun administrator sekolah.  Untuk mengatasi
masalah yang dialami siswa dan siswi di dalam asrama lingkunganÂÂÂ
sekolah, maka sekolah merasa
bertanggung jawab untuk menyediakan NASA MART  sekolah yang mumpuni agar standart minimal pelayanan yang ditetapkan
dapat terpenuhi. Tujuan pengadaan berdirinya
“NASA MART†yang bertempat di dalam lingkungan sekolah ini untuk melayani kebutuhan sehari-hari siswa, guru dan juga warga di dalam sekolah.ÂÂÂ
dapat digunakan untuk menyediakan kebutuhan para siswa dan siswi
taruna Angakasa, baik dari segi bahan makananÂÂÂ
yang bisa dikonsumsi langsung, maupunÂÂÂ
alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran. Kesadaran pihak sekolah  pentingnya pengadaan fasilitas dan layanan ini
dilingkungan sekolah sebenarnya melekat pada
pemenuhan kebutuhan sarana prasarana di lingkungan sekolah. Dengan
terciptanya pemenuhan kebutuhan siswa melalui pengadaan NASA MART di lingkungan
sekolah, harapannya siswa lebih nyaman berbelanja di dalam lingkungan sekolah,
tidak harus keluar area lingkungan sekolah dengan melibatkan satpat,
petugas sekolah maupun administrator sekolah.  Untuk mengatasi
masalah yang dialami siswa dan siswi di dalam asrama lingkunganÂÂÂ
sekolah, maka sekolah merasa
bertanggung jawab untuk menyediakan NASA MART  sekolah yang mumpuni agar standart minimal pelayanan yang ditetapkan
dapat terpenuhi. Tujuan pengadaan berdirinya
“NASA MART†yang bertempat di dalam lingkungan sekolah ini untuk melayani kebutuhan sehari-hari siswa, guru dan juga warga di dalam sekolah.ÂÂÂ
Kontribusi terhadap SDGs / TPB
Anak-anak yang bersekolah
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
Terobosan baru dilingkungan lembaga
pendidikan terus dilakukan oleh sekolah khususnya sekolah SMAN 3 Taruna Angkasa
Madiun. Sekolah ini memiliki terobosan berupa penyedia
fasilitas layanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan siswa  danÂÂÂ
siswi yaitu “NASA MARTâ€Â yang berada dikawasan dalam lingkungan sekolah. Terobosan di lembaga
pendidikan ini diluncurkan sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang menuntut terciptanya “NASA MART†yakni belum terpenuhinya
lebutuhan harian siswa di lingkungan sekolah yang tidak bisa dilakukan oleh wali
murid, mengingat sekolah ini merupakan sekolah asrama (boardingschool) yang
sebagian besar aktifitas dilakukan dilingkungan sekolah, sehingga ketika anak-anak
membutuhkan bantuan terkait kebutuhan
sehari-hari mereka harus melaluiÂÂÂ
satpam,penjaga sekolah atau pengelola asrama. Dengan
adanya latar belakang ini  pihak sekolah
dapat memfasilitasi penyediaan NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi
kebutuhan siswa di lingkungan asrama.
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
Terobosan baru dilingkungan lembaga
pendidikan terus dilakukan oleh sekolah khususnya sekolah SMAN 3 Taruna Angkasa
Madiun. Sekolah ini memiliki terobosan berupa penyedia
fasilitas layanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan siswa  danÂÂÂ
siswi yaitu “NASA MARTâ€Â yang berada dikawasan dalam lingkungan sekolah. Terobosan di lembaga
pendidikan ini diluncurkan sekitar tahun 2018. Ada beberapa hal yang menuntut terciptanya “NASA MART†yakni belum terpenuhinya
lebutuhan harian siswa di lingkungan sekolah yang tidak bisa dilakukan oleh wali
murid, mengingat sekolah ini merupakan sekolah asrama (boardingschool) yang
sebagian besar aktifitas dilakukan dilingkungan sekolah, sehingga ketika anak-anak
membutuhkan bantuan terkait kebutuhan
sehari-hari mereka harus melaluiÂÂÂ
satpam,penjaga sekolah atau pengelola asrama. Dengan
adanya latar belakang ini  pihak sekolah
dapat memfasilitasi penyediaan NASA MART dilingkungan sekolah, guna mencukupi
kebutuhan siswa di lingkungan asrama.
Deskripsi Inovasi
Anak-anak yang bersekolah
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.ÂÂÂ
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.ÂÂÂ
Nilai Inovatif
Program-program peningkatan layanan pada siswa yang dilakukan
dilingkungan sekolah utamanya kawasanÂÂÂ
asrama menuntut adanya ketersedian fasilitas yang dapat mendukung
kebutuhan siswa, hal ini guna mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan
dengan pemenuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan
sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan
formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan
latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik
yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.
Setiap orangtua tentu menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang
dapat memberikan kesejahteraan bagi siswa secara optimal.
Saat ini banyak orang tua memilih model
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ
dilingkungan sekolah utamanya kawasanÂÂÂ
asrama menuntut adanya ketersedian fasilitas yang dapat mendukung
kebutuhan siswa, hal ini guna mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan
dengan pemenuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan
sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan
formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan
latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik
yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.
Setiap orangtua tentu menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang
dapat memberikan kesejahteraan bagi siswa secara optimal.
Saat ini banyak orang tua memilih model
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ
Transferabilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat
memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha dan merupakan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan dalam melakukan atau memperlancar suatu kegiatan.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh sekolah adalah masalah sarana dan
prasarana pendidikan (pembelajaran),
misalnya yang menyangkut fasilitas sekolah diantaranya kantin, koperasi,
minimarket diarea sekolah, arena olahraga, arena belajar dll.
Ketersediaan sarana dan prasana di
lingkungan sekolah menjadi cerminan bagi
siswa dan siswa yang ada di sekolah tersebut.
Program-program peningkatan layanan pada siswa yang dilakukan
dilingkungan sekolah utamanya kawasanÂÂÂ
asrama menuntut adanya ketersedian fasilitas yang dapat mendukung
kebutuhan siswa, hal ini guna mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan
dengan pemenuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan
sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan
formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan
latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik
yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.
Setiap orangtua tentu menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang
dapat memberikan kesejahteraan bagi siswa secara optimal.ÂÂÂ
memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha dan merupakan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan dalam melakukan atau memperlancar suatu kegiatan.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh sekolah adalah masalah sarana dan
prasarana pendidikan (pembelajaran),
misalnya yang menyangkut fasilitas sekolah diantaranya kantin, koperasi,
minimarket diarea sekolah, arena olahraga, arena belajar dll.
Ketersediaan sarana dan prasana di
lingkungan sekolah menjadi cerminan bagi
siswa dan siswa yang ada di sekolah tersebut.
Program-program peningkatan layanan pada siswa yang dilakukan
dilingkungan sekolah utamanya kawasanÂÂÂ
asrama menuntut adanya ketersedian fasilitas yang dapat mendukung
kebutuhan siswa, hal ini guna mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan
dengan pemenuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan
sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan
formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan
latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik
yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial.
Setiap orangtua tentu menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang
dapat memberikan kesejahteraan bagi siswa secara optimal.ÂÂÂ
Sumber Daya
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan, kecakapan ketrampilan dan
sikap-sikap dasar yang diperlukan untuk pembentukan dan pengembangan pribadi
yang utuh. Pelaksanaan pendidikan nasional harus menjamin pemerataan dan
peningkatan mutu pendidikan di tengah perubahan global agar warga Indonesia
menjadi manusia yang cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam
pergaulan lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu, seluruh
komponen pendidikan di sekolah harus berusaha meningkatkan diri guna mendukung
kemajuan pendidikan itu sendiri salah
satunya dengan penyediaan fasilitas sekolah.
Program-programÂÂÂ
peningkatan layanan pada siswa yang dilakukan dilingkungan sekolah utamanya
kawasan asrama menuntut adanya
ketersedian fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan siswa, hal ini guna
mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan yang
dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara
sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka
membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek
moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. Setiap orangtua tentu
menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang dapat memberikan
kesejahteraan bagi siswa secara optimal.
langkah-langkah strategi yang dilakukan untuk mengerakkan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dengan mengadakan diskusi, rapat dan evaluasi terkait pengadaan barang-barang yang ada di dalam minimarket nasa martÂÂÂ
ÂÂÂ
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan, kecakapan ketrampilan dan
sikap-sikap dasar yang diperlukan untuk pembentukan dan pengembangan pribadi
yang utuh. Pelaksanaan pendidikan nasional harus menjamin pemerataan dan
peningkatan mutu pendidikan di tengah perubahan global agar warga Indonesia
menjadi manusia yang cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam
pergaulan lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu, seluruh
komponen pendidikan di sekolah harus berusaha meningkatkan diri guna mendukung
kemajuan pendidikan itu sendiri salah
satunya dengan penyediaan fasilitas sekolah.
Program-programÂÂÂ
peningkatan layanan pada siswa yang dilakukan dilingkungan sekolah utamanya
kawasan asrama menuntut adanya
ketersedian fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan siswa, hal ini guna
mendukung sumber daya manusia dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan yang
dibutuhkan oleh siswa itu sendiri di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara
sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka
membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek
moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. Setiap orangtua tentu
menginginkan putra-putrinya mendapatkan sekolah yang dapat memberikan
kesejahteraan bagi siswa secara optimal.
langkah-langkah strategi yang dilakukan untuk mengerakkan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dengan mengadakan diskusi, rapat dan evaluasi terkait pengadaan barang-barang yang ada di dalam minimarket nasa martÂÂÂ
ÂÂÂ
Strategi Keberlanjutan
Saat ini banyak orang tua memilih model
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ
Anak-anak yang bersekolah
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
ÂÂÂ
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ
Anak-anak yang bersekolah
asrama akan belajar
dan tinggal selama tahun ajaran dengan sesama siswa mereka dan mungkin guru dan/atau
administrator. Sistem asrama biasanya memang diterapkan oleh sekolah yang
memiliki lebih dari satu fokus pelajaran, misalnya antara pendidikan umum dan pendidikan ketarunaan. Untuk mewujudkan hal
tersebut sekolah memiliki peran untuk mengembangkan kawasan lingkungan sekolah yang dapat mencukupi seluruh
aspek yang dibutuhkan oleh siswa, diantaranya kebutuhan-kebutuhan terkait
pembelajaran dan kebutuhan untuk siswa di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tuntutan
kebutuhan siswa dalam pemenuhanÂÂÂ
kebutuhan sehari dari tahun ke tahunÂÂÂ
mengalami peningkatan, berkaitan
dengan kebutuhan anak-anak dilingkungan asrama atau sekolah perlu dilakukan pemenuhan kebutuhan di lingkungan
sekolah, salah satunya merupakan penyediaan alat dan bahan kebutuhan
sehari-hari siswa di lingkungan sekolah. Salah satunya meliputi kebutuhan
sehari-hari masing-masing individu di lingkungan sekolah.
ÂÂÂ
Evaluasi Inovasi
evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengadakan rapat, saran, usul, dan kritik yang membangun berdirinya NASA MARTÂÂÂ
Pelaksanaan Evaluasi
Berdasarkan adanya tujuan pengadaan minimarket dilingkungan sekolah “NASA
MART†ini untuk pemenuhan kebutuhan siswa, tentunya hal ini merupakan dasar
dari adanya tuntutan kebutuhan siswa dan siswi yang belum tercukupi
dilingkungan sekolah, makanya keberadaan munculnya “NASA MART†dilingkungan
sekolah SMAN 3 TARUNA ANGKASA MADIUN ini menjadi angin segar bagi seluruh siswa
dan siswi. Sehingga mereka dapat mmenuhi kebutuhan sehari-hari dilingkungan
sekolah tanpa melibatkan penjaga sekolah, satpam dan pengelola asrama. Hal ini
merupakan sebuah karya inovasi dari sekolah SMAN 3 TARUNA ANGKASA MADIUN untuk
terus mengembangkan fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah guna mencukupi
kebuhan siswa dan siswi dilingkungan asrama.ÂÂÂ
MART†ini untuk pemenuhan kebutuhan siswa, tentunya hal ini merupakan dasar
dari adanya tuntutan kebutuhan siswa dan siswi yang belum tercukupi
dilingkungan sekolah, makanya keberadaan munculnya “NASA MART†dilingkungan
sekolah SMAN 3 TARUNA ANGKASA MADIUN ini menjadi angin segar bagi seluruh siswa
dan siswi. Sehingga mereka dapat mmenuhi kebutuhan sehari-hari dilingkungan
sekolah tanpa melibatkan penjaga sekolah, satpam dan pengelola asrama. Hal ini
merupakan sebuah karya inovasi dari sekolah SMAN 3 TARUNA ANGKASA MADIUN untuk
terus mengembangkan fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah guna mencukupi
kebuhan siswa dan siswi dilingkungan asrama.ÂÂÂ
Hasil Evaluasi
ÂÂÂ
             Pada dasarnya tujuan pelaksanaan
pengadaan NASA MART adalah untuk memenuhi kebutuhan akan sehari-hari
anak-anak dilingkungan asrama sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan siswa.
Pengembangan NASA MART dilingkungan sekolah SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun merupakan sebuah inovasi yang
diciptakan guna untuk memberikan fasilitas kepada siswa dan siswi di lingkungan
sekolah. Hal ini tentunya membawa ke
arah yang positif bagi siswa dan siswi karena dengan pengembangan NASA MART di
lingkungan sekolah. Anak-anak belajar mandiri mencari kebutuhan mereka sendiri
di lingkungan asrama, tanpa melibatkan orang kedua atau ketiga di lingkungan
asrama diantaranya satpam, penjaga sekolah, wali kelas maupun pengasuh.ÂÂÂ
             Kebutuhan
yang tersedia di lingkungan asrama khususnya di dalam asrama diantaranya peralatan mandi, peralatan alat tulis sekolah, makan, minum dan lainnya. Kebutuhan-kebutuhan ini
sebelumnya dapat dipenuhi melalui orang
ketiga dilingkungan sekolah yakni melalui penjaga sekolah maupun walikelas,
jadi keberadaan NASA MART membawa angin segar kepada anak-anak untuk belajar
mandiri memenuhi kebutuhan mereka dilingkungan asrama.
             Dampak
keberadaan minimarket di lingkungan sekolah membawa kontribusi positif
khususnya bagi anak-anak yang semuanya tinggal di asrama. Anak-anak lebih
nyaman tinggal di asrama karena kebutuhan tercukupi didalam asrama.ÂÂÂ
             Pada dasarnya tujuan pelaksanaan
pengadaan NASA MART adalah untuk memenuhi kebutuhan akan sehari-hari
anak-anak dilingkungan asrama sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan siswa.
Pengembangan NASA MART dilingkungan sekolah SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun merupakan sebuah inovasi yang
diciptakan guna untuk memberikan fasilitas kepada siswa dan siswi di lingkungan
sekolah. Hal ini tentunya membawa ke
arah yang positif bagi siswa dan siswi karena dengan pengembangan NASA MART di
lingkungan sekolah. Anak-anak belajar mandiri mencari kebutuhan mereka sendiri
di lingkungan asrama, tanpa melibatkan orang kedua atau ketiga di lingkungan
asrama diantaranya satpam, penjaga sekolah, wali kelas maupun pengasuh.ÂÂÂ
             Kebutuhan
yang tersedia di lingkungan asrama khususnya di dalam asrama diantaranya peralatan mandi, peralatan alat tulis sekolah, makan, minum dan lainnya. Kebutuhan-kebutuhan ini
sebelumnya dapat dipenuhi melalui orang
ketiga dilingkungan sekolah yakni melalui penjaga sekolah maupun walikelas,
jadi keberadaan NASA MART membawa angin segar kepada anak-anak untuk belajar
mandiri memenuhi kebutuhan mereka dilingkungan asrama.
             Dampak
keberadaan minimarket di lingkungan sekolah membawa kontribusi positif
khususnya bagi anak-anak yang semuanya tinggal di asrama. Anak-anak lebih
nyaman tinggal di asrama karena kebutuhan tercukupi didalam asrama.ÂÂÂ
Adaptasi Pandemi COVID-19
awal bedirinya NASA MART yakni ketika awal-awal adanya pandemi covid 19 mengingat pandemi ini menuntut kita mengurangi aktifitas diluar rumah atau asrama, hal inilah yang mendorong pihak sekolah untuk mendirikan nasa martÂÂÂ
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
pemangku kepentingan yakni kepala sekolah selaku pembina NASA MART serta bapak dan ibu guru sebagai pengelola nasa mart dilingkungan asrama. anggota yang terdiri dari guru yang bertugas sebagai perancang penyedia bahan-bahan dan kebutuhan yang ada didalam minimarket, setta mendampingi berjalannya nasa mart dan melakukan evaluasi bersamaÂÂÂ
Faktor Penentu
Saat ini banyak orang tua memilih model
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ
sekolah yang berasrama (boarding school) bagi anak-anak mereka yang berada dalam rentang usia
remaja. Apalagi dengan kesibukan orangtua yang tidak memiliki banyak waktu
untuk memantau anak-anak dalam kegiatan keseharian, karena kedua orangtua
bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama
menjadi pilihan untuk menitipkan anak-anak mereka, dengan harapan mendapatkan
pengawasan yang lebih intensif baik asupan nutrisi, kesehatan, keamanan,
sosial, dan yang paling penting adalah integrasi antara akademis dan kesopanan.
Selain itu, polusi sosial yang sekarang ini melanda lingkungan kehidupan
masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media,
terutama gadget, ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di
sekolah berasramaÂÂÂ