Ringkasan
yang ingin dipecahkan apabila desain bangunan hilang atau tidak bisa dibaca dapat digambar kembali dengan redrawing
Latar Belakang dan Tujuan Inovasi
Latar Belakang
Redrawing konstruksi
adalah proses menghasilkan gambar atau ilustrasi baru dari suatu konstruksi
atau desain yang sudah ada. Proses ini dilakukan untuk mengklarifikasi atau
mengubah tampilan visual konstruksi tersebut agar lebih mudah dipahami,
diperbarui, atau dikomunikasikan kepada pihak terkait
Redrawing konstruksi
biasanya melibatkan penggunaan perangkat lunak desain seperti AutoCAD,
SketchUp, atau perangkat lunak lainnya yang memungkinkan pengguna untuk membuat
gambar yang akurat dan terperinci. Dalam proses ini, gambar asli atau gambar
kerja awal yang ada dapat diubah, diperbaiki, atau diperbarui sesuai dengan
kebutuhan.
Proses redrawing
konstruksi dimulai dengan menganalisis desain atau gambar asli yang ada. Dalam
beberapa kasus, gambar-gambar tersebut mungkin sudah tua, rusak, atau tidak
lengkap, sehingga redrawing diperlukan untuk memperbaiki atau melengkapi
informasi yang hilang. Selain itu, redrawing juga dapat dilakukan untuk
mengubah skala, memperbaiki kesalahan, atau menyesuaikan desain dengan standar
dan persyaratan terkini.
Tujuan:
Masalah yang ingin dipecahkan:
1. 1. Pembaruan: Mengubah gambar konstruksi yang sudah ada agar sesuai dengan perubahan atau revisi yang diperlukan. Misalnya, jika ada perubahan desain, redrawing konstruksi dapat menggambarkan perubahan tersebut dengan akurat dan menyeluruh.
2. 2. Komunikasi: Membuat gambar yang lebih mudah dipahami dan menarik bagi pihak-pihak terkait, seperti klien, arsitek, insinyur, atau kontraktor. Dengan menggunakan ilustrasi yang jelas dan menarik, redrawing konstruksi dapat membantu dalam komunikasi ide, gagasan, atau rencana konstruksi kepada orang-orang yang terlibat dalam proyek.
Redrawing konstruksi
adalah proses menghasilkan gambar atau ilustrasi baru dari suatu konstruksi
atau desain yang sudah ada. Proses ini dilakukan untuk mengklarifikasi atau
mengubah tampilan visual konstruksi tersebut agar lebih mudah dipahami,
diperbarui, atau dikomunikasikan kepada pihak terkait
Redrawing konstruksi
biasanya melibatkan penggunaan perangkat lunak desain seperti AutoCAD,
SketchUp, atau perangkat lunak lainnya yang memungkinkan pengguna untuk membuat
gambar yang akurat dan terperinci. Dalam proses ini, gambar asli atau gambar
kerja awal yang ada dapat diubah, diperbaiki, atau diperbarui sesuai dengan
kebutuhan.
Proses redrawing
konstruksi dimulai dengan menganalisis desain atau gambar asli yang ada. Dalam
beberapa kasus, gambar-gambar tersebut mungkin sudah tua, rusak, atau tidak
lengkap, sehingga redrawing diperlukan untuk memperbaiki atau melengkapi
informasi yang hilang. Selain itu, redrawing juga dapat dilakukan untuk
mengubah skala, memperbaiki kesalahan, atau menyesuaikan desain dengan standar
dan persyaratan terkini.
Tujuan:
Masalah yang ingin dipecahkan:
1. 1. Pembaruan: Mengubah gambar konstruksi yang sudah ada agar sesuai dengan perubahan atau revisi yang diperlukan. Misalnya, jika ada perubahan desain, redrawing konstruksi dapat menggambarkan perubahan tersebut dengan akurat dan menyeluruh.
2. 2. Komunikasi: Membuat gambar yang lebih mudah dipahami dan menarik bagi pihak-pihak terkait, seperti klien, arsitek, insinyur, atau kontraktor. Dengan menggunakan ilustrasi yang jelas dan menarik, redrawing konstruksi dapat membantu dalam komunikasi ide, gagasan, atau rencana konstruksi kepada orang-orang yang terlibat dalam proyek.
Kesesuaian Kategori
Judul yang diangkat yaitu gambar ulang bangunan, hal ini bisa digunakan secara umum oleh masyarakat.
Kontribusi terhadap SDGs / TPB
Inovasi membantu masyarakat umum agar dapat mempunyai dokumentasi dan rekaman tentang ukurn, tipe tata ruang bangunan.
Deskripsi Inovasi
Inovasi ini dilakukan khusus untuk gedung atau banguna yang sudah berbentuk.
Nilai Inovatif
keunggulan inovasi ini, pada umumnya untuk membangun gedung harus ada desain terlebih dahulu. pada inovasi ini bangunan yang sudah dibentuk dapat di gambar ulang.
Transferabilitas
inovasi ini sudah diterapkan di beberapa lembaga sekolah yaitu: SMPN 6 Pamekasan dan SMPN 7 Pamekasan
Sumber Daya
1. Pendanaan sementara ini menggunakan sumber dana BOS
2. Langkah strategi: Tim diberikan briefing, tim lengsung ke area kerja, setelah itu digambar menggunakan autocad
2. Langkah strategi: Tim diberikan briefing, tim lengsung ke area kerja, setelah itu digambar menggunakan autocad
Strategi Keberlanjutan
Strategi berkelanjutan, akan terus dilakukan pengembangan untuk waktu mendatang
Evaluasi Inovasi
Evaluasi yang dilakukan, membandingkan hasil redrawing dengan desain yang sebelumnya sudah ada
Pelaksanaan Evaluasi
Evaluasi terus dilakukan secara berkala, dan memperbaiki jika ada ketidak sinkronan
Hasil Evaluasi
Setelah dilakukan evaluasi sekolah sasaran merasa puas baik mengenai proses maupun hasil akhir.
Adaptasi Pandemi COVID-19
Tetap menjaga kesehatan, memakai masker, dan menjaga jarak
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Pihak sekolah sasaran
Faktor Penentu
1. Tim yang solid
2. ilmu yang langsung diterapakn
3. bekerja secara profesional
2. ilmu yang langsung diterapakn
3. bekerja secara profesional