Ringkasan
Pendidikan prakarya dan
kewirausahaan merupakan
salah satu mata pelajaran yang
bertujuan menanamkan jiwa, sikap, dan etika wirausaha kepada peserta didik, memberikan bekal pengetahuan
tentang kewirausahaan dan
memiliki keterampilan tangan untuk modal peserta didik membuka usaha. Pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaanÂÂÂ
salah satu materinya yaitu tentang budidaya terkait dengan pertanian sedangkan
di sekolahan kami tidak ada lahan sehingga kami berinisiatif untuk
mengembangkan lahan  pertanian yang
modern dan mudah untuk di praktekkan yaitu Hidroponik.
Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya
menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan
pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Hidroponik merupakan solusi
menanam dengan lahan terbatas.
Dengan membuat lahan pertanian hidroponik maka
siswa dapat prakteh secara langsung untuk materi budidaya pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaan. Selain
itu bisa dijadikan bekal berwirausaha setelah lulus sekolah.
kewirausahaan merupakan
salah satu mata pelajaran yang
bertujuan menanamkan jiwa, sikap, dan etika wirausaha kepada peserta didik, memberikan bekal pengetahuan
tentang kewirausahaan dan
memiliki keterampilan tangan untuk modal peserta didik membuka usaha. Pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaanÂÂÂ
salah satu materinya yaitu tentang budidaya terkait dengan pertanian sedangkan
di sekolahan kami tidak ada lahan sehingga kami berinisiatif untuk
mengembangkan lahan  pertanian yang
modern dan mudah untuk di praktekkan yaitu Hidroponik.
Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya
menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan
pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Hidroponik merupakan solusi
menanam dengan lahan terbatas.
Dengan membuat lahan pertanian hidroponik maka
siswa dapat prakteh secara langsung untuk materi budidaya pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaan. Selain
itu bisa dijadikan bekal berwirausaha setelah lulus sekolah.
Latar Belakang dan Tujuan Inovasi
Tidak adanya ketersediaan lahan untuk praktek pada Pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaan Menyediakan sarana prasarana untuk praktek pada Pada mata pelajaran Pendidikan prakarya dan kewirausahaan Siswa, guru, dan masyarakat sekitar
Kesesuaian Kategori
Pendidikan merupakan salah satu hal yang diperlukan manusia untuk
membentuk sikap dan perilaku seseorang, dan memiliki pengetahuan, kemampuan
inovatif, serta bermanfaat bagi masyarakat luas, salah satunya dapat dilakukan melalui
pendidikan prakarya dan kewirausahaan. Pendidikan prakarya dan kewirausahaan
merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan menanamkan jiwa, sikap, dan
etika wirausaha kepada peserta didik, memberikan bekal pengetahuan tentang
kewirausahaan dan memiliki keterampilan tangan untuk modal peserta didik
membuka usaha. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan wirausahawan baru yang
handal dan berkarakter. Sehingga dengan adanya lahan hidroponik siswa akan
secara langsung mempraktekkan yang nantinya bisa di jadikan bekal untuk
berwirausaha yang secara otomatis menanamkan jiwa wirausaha yang mencintai
lingkungan.
membentuk sikap dan perilaku seseorang, dan memiliki pengetahuan, kemampuan
inovatif, serta bermanfaat bagi masyarakat luas, salah satunya dapat dilakukan melalui
pendidikan prakarya dan kewirausahaan. Pendidikan prakarya dan kewirausahaan
merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan menanamkan jiwa, sikap, dan
etika wirausaha kepada peserta didik, memberikan bekal pengetahuan tentang
kewirausahaan dan memiliki keterampilan tangan untuk modal peserta didik
membuka usaha. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan wirausahawan baru yang
handal dan berkarakter. Sehingga dengan adanya lahan hidroponik siswa akan
secara langsung mempraktekkan yang nantinya bisa di jadikan bekal untuk
berwirausaha yang secara otomatis menanamkan jiwa wirausaha yang mencintai
lingkungan.
Kontribusi terhadap SDGs / TPB
Perpres
Nomor 59 Tahun 2017
Pasal 2 (1) Dengan Peraturan Presiden ini
ditetapkan sasaran nasional periode tahun 2017 sampai tahun 2019 dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015- 2019, yang selaras dengan TPB
sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Presiden ini. (2) TPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara
berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga
kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya
tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
Berdasarkan
pasal di atas maka dengan pengembangan hidroponik dapat memberikan bekal siswa
dalam berwirausaha dan mencintai lingkungan.
Nomor 59 Tahun 2017
Pasal 2 (1) Dengan Peraturan Presiden ini
ditetapkan sasaran nasional periode tahun 2017 sampai tahun 2019 dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015- 2019, yang selaras dengan TPB
sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Presiden ini. (2) TPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara
berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga
kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya
tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
Berdasarkan
pasal di atas maka dengan pengembangan hidroponik dapat memberikan bekal siswa
dalam berwirausaha dan mencintai lingkungan.
Deskripsi Inovasi
Di awali dengan rapat koordinasi dengan guru
PKWU tentang kebutuhan untuk pembelajaran yang sesuai kurikulum, maka sekolah
memfasilitasi terwujudnya hidroponik di sekolah. Langkah selanjutnya,
mengikutsertakan guru yang bersangkutan serta beberapa peserta didik untuk
mengikuti diklat hidroponik agar mempunyai wawasan tentang hidroponik dan mampu
mengembangkan hidroponik di sekolah. Kemudian tim hidroponik ini mengimbaskan
hasil diklat kepada guru PKWU agar dapat mengajar hidroponik kepada peserta
didik sesuai jadwal yang telah di tentukan sekolah, Artinya pembelajarannya
dilakukan secara bergilir sesuai kurikulum kearifan local. Kegiatan dalam
berhidroponik antara lain semai bibit tanaman, memberi nutrisi, merawat tanaman, sampai panen
sayuran yg tidak membutuhkan waktu sekitar 35 hari.ÂÂÂ
PKWU tentang kebutuhan untuk pembelajaran yang sesuai kurikulum, maka sekolah
memfasilitasi terwujudnya hidroponik di sekolah. Langkah selanjutnya,
mengikutsertakan guru yang bersangkutan serta beberapa peserta didik untuk
mengikuti diklat hidroponik agar mempunyai wawasan tentang hidroponik dan mampu
mengembangkan hidroponik di sekolah. Kemudian tim hidroponik ini mengimbaskan
hasil diklat kepada guru PKWU agar dapat mengajar hidroponik kepada peserta
didik sesuai jadwal yang telah di tentukan sekolah, Artinya pembelajarannya
dilakukan secara bergilir sesuai kurikulum kearifan local. Kegiatan dalam
berhidroponik antara lain semai bibit tanaman, memberi nutrisi, merawat tanaman, sampai panen
sayuran yg tidak membutuhkan waktu sekitar 35 hari.ÂÂÂ
Nilai Inovatif
Tentunya sudah tidak menjadi asing
lagi ketika mendengar kata petani. Ya, sebagian besar orang menganggap petani
adalah pekerjaan yang melelahkan, umur 40 tahun ke atas, harus panas-panasan di
bawah terik matahari, dan sebagainya.
Mungkin sebagian besar orang
mengatakan gengsi, pola pikir orang yang masih beranggapan petani pekerjaan
yang tidak berkelas dan petani profesi yang dipandang rendah oleh masyarakat.
Gengsi yang menjadi kata di kalangan milenial, karena sebagian dari mereka
lebih memilih ingin bekerja di ruang ber-AC. Padahal banyak dari mereka yang
salah memahami arti dari petani dan buruh tani.
Kita ketahui
hidroponik adalah metode budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan media tanah serta memperhatikan pemenuhan nutrisi bagi tanaman.
Bertani hidroponik ini sangat
berpotensi bagus jika dikembangkan menjadi sebuah bisnis. Karena mengingat di
Indonesia pertanaian yang dilakukan secara modern belum terlalu banyak
dilakukan, terutama dalam pertanian sistem hidroponik.
Keuntungan dari menanam secara sistem hidroponik
adalah tidak memandang jenis sayuran yang biasanya ada di dataran tinggi dan
dataran rendah karena bisa menanam sayuran-sayuran yang diinginkan.
lagi ketika mendengar kata petani. Ya, sebagian besar orang menganggap petani
adalah pekerjaan yang melelahkan, umur 40 tahun ke atas, harus panas-panasan di
bawah terik matahari, dan sebagainya.
Mungkin sebagian besar orang
mengatakan gengsi, pola pikir orang yang masih beranggapan petani pekerjaan
yang tidak berkelas dan petani profesi yang dipandang rendah oleh masyarakat.
Gengsi yang menjadi kata di kalangan milenial, karena sebagian dari mereka
lebih memilih ingin bekerja di ruang ber-AC. Padahal banyak dari mereka yang
salah memahami arti dari petani dan buruh tani.
Kita ketahui
hidroponik adalah metode budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan media tanah serta memperhatikan pemenuhan nutrisi bagi tanaman.
Bertani hidroponik ini sangat
berpotensi bagus jika dikembangkan menjadi sebuah bisnis. Karena mengingat di
Indonesia pertanaian yang dilakukan secara modern belum terlalu banyak
dilakukan, terutama dalam pertanian sistem hidroponik.
Keuntungan dari menanam secara sistem hidroponik
adalah tidak memandang jenis sayuran yang biasanya ada di dataran tinggi dan
dataran rendah karena bisa menanam sayuran-sayuran yang diinginkan.
Transferabilitas
Hidroponik telah di adaptasi oleh sebagian bapak ibu guru pengajar di SMAN 3 Lamongan yang juga tertarik mencoba dan turut menegmbangkan hidroponik di rumah. Jadi selama WFH, bapak ibu guru memiliki waktu dan kesempatan untuk membuat hidroponik di rumah. Selain bapak ibu guru, ada juga wali peserta didik yang tertarik untuk membuat hidroponik di rumah karena melihat keterlibatan putra putrinya dalam merawat tanaman hidroponik.Bertani modern hidroponik sangat berpotensi bagus jika dikembangkan menjadi sebuah bisnis, yaitu melatih peserta didik untuk berwirausaha dan membekali mereka dengan pengetahuan dan pengalaman nyata yang dapat di terapkan saat mereka lulus dari SMA. Pengalaman merawat hidroponik di sekolah dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri bahkan untuk orang lain.
Sumber Daya
Dana inovasi hidroponik ini berasal dari dana BOS, yang di kelola oleh guru pembimbing dan siswa dengan merakit instalasi hidroponik hingga pengelolaan sampai memasarkanUntuk mengoptimalkan hidroponik ini siswa wajib mengikuti praktek mulai dari semai hingga memasarkan produk.ÂÂÂ
Strategi Keberlanjutan
Membuat SK pengelola hidroponikMelakukan kerjasama dengan pihak lain dalam evaluasi dan pemasaranMengadakan kegiatan pelatihan hidroponik
Evaluasi Inovasi
Jelaskan
evaluasi yang dilakukan, baik secara internal instansi maupun eksternal
(lembaga lainnya yang relevan) untuk mengukur dampak inovasi secara resmi! Maksimal
100 kata
Melakukan kerjasama dengan pihak lain
misalnya komunitas hidroponik di lamongan atau petani hidroponik di kabupaten
Lamongan yaitu HIdroponik Farm Lamongan untuk mengevaluasi mulai proses awal
sampai produk yang dihasilkan sehingga dapat diterima masyarakat.
evaluasi yang dilakukan, baik secara internal instansi maupun eksternal
(lembaga lainnya yang relevan) untuk mengukur dampak inovasi secara resmi! Maksimal
100 kata
Melakukan kerjasama dengan pihak lain
misalnya komunitas hidroponik di lamongan atau petani hidroponik di kabupaten
Lamongan yaitu HIdroponik Farm Lamongan untuk mengevaluasi mulai proses awal
sampai produk yang dihasilkan sehingga dapat diterima masyarakat.
Pelaksanaan Evaluasi
Waktu
pelaksanaan evaluasi ini dilakukan secara incidental, artinya setiap saat
karena di setiap tahap memerlukan pengawasan dan kontrol yang baik agar
dihasilkan produk yang baik.
Indicator
kinerja yang digunakan :
Kebersihan
instalasiPengecekan
tds/kadar pupukKondisi
semaian/bibitKondisi
tanaman remajaKondisi
tanaman siap panenPengemasan
tanaman pasca panenPerawatan
instalasi pasca panenÂÂÂ
pelaksanaan evaluasi ini dilakukan secara incidental, artinya setiap saat
karena di setiap tahap memerlukan pengawasan dan kontrol yang baik agar
dihasilkan produk yang baik.
Indicator
kinerja yang digunakan :
Kebersihan
instalasiPengecekan
tds/kadar pupukKondisi
semaian/bibitKondisi
tanaman remajaKondisi
tanaman siap panenPengemasan
tanaman pasca panenPerawatan
instalasi pasca panenÂÂÂ
Hasil Evaluasi
Sebelum inovasi ini, pembelajaran PKWU untuk materi budidaya
kurang maksimal, karena keterbatasan lahan dan minat yang rendah terhadap
pertanian. Dengan adanya inovasi ini, output yang dihasilkan berupa produk
sayuran hiroponik yang dapat dipasarkan, akan tetapi jumlahnya terbatas karena
skala kecil. Jadi untuk sementara produk hanya cukup untuk memenuhi permintaan
warga sekolah saja.
Outcome dari inovasi
ini memberikan dampak yang besar terhadap pola pikir generasi milenial, bahwa
bertani tidak harus ke sawah/ladang. Manfaat yang dapat mereka peroleh dengan
belajar hidroponik adalah mereka dapat bertani secara modern untuk memenuhi permintaan
pasar dan menghasilkan uang dari kegiatan mereka. Harapan dari kegiatan inovasi hidroponik
adalah melahirkan generasi milenial yang dapat meneruskan dan
mengembangakan pertanian modern di
Indonesia.
kurang maksimal, karena keterbatasan lahan dan minat yang rendah terhadap
pertanian. Dengan adanya inovasi ini, output yang dihasilkan berupa produk
sayuran hiroponik yang dapat dipasarkan, akan tetapi jumlahnya terbatas karena
skala kecil. Jadi untuk sementara produk hanya cukup untuk memenuhi permintaan
warga sekolah saja.
Outcome dari inovasi
ini memberikan dampak yang besar terhadap pola pikir generasi milenial, bahwa
bertani tidak harus ke sawah/ladang. Manfaat yang dapat mereka peroleh dengan
belajar hidroponik adalah mereka dapat bertani secara modern untuk memenuhi permintaan
pasar dan menghasilkan uang dari kegiatan mereka. Harapan dari kegiatan inovasi hidroponik
adalah melahirkan generasi milenial yang dapat meneruskan dan
mengembangakan pertanian modern di
Indonesia.
Adaptasi Pandemi COVID-19
menyediakan layanan konsultasi kegiatan budidaya hidroponik di rumahmembantu menyediakan bahan untuk hidroponikmembagikan produk sayuran segar untuk warga sekitar yang isoman
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Pengembangan
hidroponik ini melibatkan guru dan siswa yang nantinya manfaatnya untuk guru
dan siswa juga serta bekerjasama dengan pihak lain untuk evaluasi hingga
pemasaran produk
hidroponik ini melibatkan guru dan siswa yang nantinya manfaatnya untuk guru
dan siswa juga serta bekerjasama dengan pihak lain untuk evaluasi hingga
pemasaran produk
Faktor Penentu
Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara Hidroponik dapat dibedakan menjadi faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer meliputi air baku, mineral dan nutrisi/pupuk, media tanam dan bibit. Sedangkan faktor sekunder (lingkungan), meliputi cahaya, oksigen, suhu, kelembaban, curah hujan dan angin.
kendala dalam mendukung inovasi : keterbatasan pengelolaan dari semai hingga panen, pemasaran hasil produk
kendala dalam mendukung inovasi : keterbatasan pengelolaan dari semai hingga panen, pemasaran hasil produk