Lewati ke konten
Logo Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur SIISKA

PENDIDIKAN

Membangun Karakter Siswa Sma Negeri 1 Karangjati Melalui Penerapan Program Sholat Dhuha Setiap Hari

SMAN 1 KARANGJATI KAB. NGAWI Mulai -
Membangun Karakter Siswa Sma Negeri 1 Karangjati Melalui Penerapan Program Sholat Dhuha Setiap Hari

Tujuan & Sasaran Inovasi

Dari pembahasan pada kajian di atas, dikatakan bahwa pembiasaan implementasi sholat Dhuha merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai karakter yang di miliki siswa, rn1). Membantu siswa dalam mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja; rn2). Menunjukkan sikap percaya diri; rn3). Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas; rn4). Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab; rn5). Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia; dengan baik.rn

Manfaat Inovasi

Manfaat Inovasi ini antara lain:rnsiswa dapat mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja, Menunjukkan sikap percaya diri, Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas, Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab, Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia.rn

Deskripsi Inovasi

Pendidikan adalah bagian yang
tidak terpisahkan dari keberadaban manusia. Penyelenggaraan berbagai jenis
pendidikan oleh negara maupun masyarakat, muaranya adalah membangun karakter manusia
beradab. Kurikulum pendidikan sekolah didesain, tidak lain “goalnya”
adalah menjadikan peserta didik yang memiliki bekal dalam kehidupan untuk
menuju hari esok yang lebih baik. Dengan memiliki pengetahuan, keterampilan
serta perilaku ssuai dengan kaidah yang ada (Arif Habsyi, 2011: 56) Dengan kata
lain, pengetahuan dan ketrampilan merupakan tujuan nama instrumen yang diharapkan
menjadi pengisi kepribadian seseorang sehingga kebaikan yang ada karena
pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki.
Menapak pada
situasi saat ini, dapat disimak dari generasi muda didalamnya ada siswa
(peserta didik) muncul suatu fenomena yang memerlukan perhatian yang sangat
tinggi dari berbagai pihak, terutama pengelola pendidikan. Sikap permissif,
dekadensi moral, sopan santun yang makin menurun kualitasnya serta berbagai
bentuk delequency dikalangan pelajar. Tentunya dilatarbelakangi oleh
berbagai penyebab yang satu dengan lain saling berkaitan dan bukan karena
penyebab tunggal. Kondisi ini pun telah diupayakan untuk direduksi dengan berbagai
cara, termasuk silih bergantinya kurikulum. Namun demikian, persoalan karakter,
watak, kepribadian, dan mentalitas siswa masih memerlukan perhatian yang sangat
besar. Jika tidak ada upaya konstruktif, inovatif, bermartabat,
dan sesuai dengan kondisi yang ada, bisa jadi kegagalan besar dalam sejarah
bangsa adalah membangun jati diri (Kholik 2010: 110)
Karakter atau
kepribadian yang didalamnya adalah perilaku, tindakan, sikap, termasuk motifnya
tidak bersifat instan. Pengetahuan dan ketrampilan dapat dibentuk dalam waktu
yang relatif singkat namun membutuhkan sebuah skenario yang komprehensif,
berkesinambungan dan terukur melalui kegiatan-kegiatan yang membangun jiwa,
pikiran, habit maupun sosok personal individu yang utuh. Adanya keterbelahan
kepribadian (spirit personality) seperti taat beribadah namun juga rajin
melakukan pelanggaran, berpengetahuan dan ketrampilan tinggi namun
kepribadiannya tidak sepadan (tidak baik), merupakan sebuah persoalan yang
memerlukan penanganan dari lembaga pedidikan, begitu pula guru dalam memerankan
diri sebagai manager dalam proses pembelajaran.
Ada yang perlu
mendapat perhatian ulang tentang sebagian dari sistem pendidikan dahulu, yang
bisa dijadikan review dan menjadi kajian. Bahkan di pesantern-pesantren telah
menajdi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik yaitu
penanaman karakter melalui pembiasaan implementasi ibadah di sekolah.









Model tersebut
dapat menjadi alternatif bagi lembaga pendidikan untuk membangun karakter yang
sesuai dengan harapan dan tuntunan dari sunnah rosul atau tuntunan dari
al-quran dan al hadits. Hal ini menyimak, tentang berbagai upaya yang telah
dilakukan namun belum dapat menjawab tantangan ke depan, tentang kepribadian,
karakter siswa yang sampai saat ini masih mengkhawatirkan kondisinya. Merajut
dari keterangan serta penjelasan diatas sebagai inovasi dan sesuai program sekolah
maka dalam membangun karakter siswa SMA Negri 1 Karangjati melalui pengimplementasian ibadah sholat dhuha
yang dilaksanakan setiap hari tiga kelas dari jumlah keseluruhan ada
duapuluh tujuh kelas yang terdiri dari kela X adaa Sembilan kelas , kelas XI
ada Sembilan kelas dan kelas XII ada sebilan kelas yang kesemuanya terdiri dari
dua program IPA dan IPS. 

Inovasi Terkait

Mobile Learning Penilaian Semester

Pendidikan

Mobile Learning Penilaian Semester

Aplikasi yang dibutuhkan dalam membuat Mobile Learning Penilaian Akhir Semester antara lain Sistem operasi (Windows 10/y...

SMK NEGERI 2 LAMONGAN · KAB. LAMONGAN
Pembiasaan Kegiatan Anak Sholeh

Pendidikan

Pembiasaan Kegiatan Anak Sholeh

Dengan kegiatan pembiasaan anak sholeh, pribadi siswa dapat terbentuk menjadi siswa yang berkarakter, berakhkak, berbudi...

SMA MUHAMMADIYAH 1 NGANJUK · KAB. NGANJUK