Tujuan & Sasaran Inovasi
seluruh jenjang pendidikan SMA akan mendapat materi keahlian. Meliputi bidang teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agro teknologi, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni rupa dan kriya,serta seni pertunjukkan.
Manfaat Inovasi
program SMA dan MA double track ini diharapkan bisa memberikan skill atau kompetensi tambahan kepada siswa. Melalui program tersebut bisa meningkatkan mutu pendidikan serta menanggulangi lahirnya pengangguran terbuka dari lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Deskripsi Inovasi
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jatim menjadi titik balik pendidikan nasional. Salah satu yang menjadi konsen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yakni program dual track untuk memperkuat pendidikan vokasional. Konsep pendidikan dual track merupakan gabungan dari kurikulum SMK dan SMA. SMA nantinya akan mendapatkan materi keterampilan di luar pelajaran umum, dan sebaliknya.
Sebagai langkah awal penerapan dual track, pemprov memberlakukan rasio 70 persen untuk SMK dan 30 persen untuk SMA. Bagi SMK, pemprov telah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan perusahaan khususnya yang ada di Jatim. Sedangkan untuk SMA, Aliyah, Ula, dan Wusto dalam pendidikan Diniyah Salafiyah juga diberikan pendidikan vokasional sehari dalam sepekan.
Skema double track akan melibatkan tim ITS, sekolah, Dinas Pendidikan serta industri di sekitar sekolah.
"Tim ITS sudah memiliki kerjasama industri yang bisa menyalurkan lulusan SMA yang telah mengikuti kemampuan dan sertifkat dijamin ITS. Selain itu juga akan dilakukan sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional Profesi untuk menunjang lulusan yang mau berwirausaha," urainya usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di rektorat ITS, Rabu (29/8/2018).
Setidaknya ada 85 sekolah dengan 10.000 siswa yang akan mengikuti program ini.
Targetnya siswa kelas XI akan mengikuti pelatihan non formal seminggu dua kali
Sebagai langkah awal penerapan dual track, pemprov memberlakukan rasio 70 persen untuk SMK dan 30 persen untuk SMA. Bagi SMK, pemprov telah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan perusahaan khususnya yang ada di Jatim. Sedangkan untuk SMA, Aliyah, Ula, dan Wusto dalam pendidikan Diniyah Salafiyah juga diberikan pendidikan vokasional sehari dalam sepekan.
Skema double track akan melibatkan tim ITS, sekolah, Dinas Pendidikan serta industri di sekitar sekolah.
"Tim ITS sudah memiliki kerjasama industri yang bisa menyalurkan lulusan SMA yang telah mengikuti kemampuan dan sertifkat dijamin ITS. Selain itu juga akan dilakukan sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional Profesi untuk menunjang lulusan yang mau berwirausaha," urainya usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di rektorat ITS, Rabu (29/8/2018).
Setidaknya ada 85 sekolah dengan 10.000 siswa yang akan mengikuti program ini.
Targetnya siswa kelas XI akan mengikuti pelatihan non formal seminggu dua kali