Tujuan & Sasaran Inovasi
Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada seluruh warga sekolah baik itu peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.
Manfaat Inovasi
Budaya ini memberikan arah pendidikan karakter yang diterapkan pada sekolah untuk memberikan perhatian khusus pada moral warga sekolah yang lebih baik di masa depan. Bagi peserta didik budaya S5JT dilaksanakan untuk mengembangkan rasa peduli dan saling menghargai antar sesama. Sedangkan gerakan shlat dzuhur berjamaah akan membentuk dan meningkatkan nilai religius dalam dirinya sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esaa. Tujuan akhirnya adalah generasi yang memiliki karakter baik dalam memahami potensi dirinya serta tidak mudah putus asa dalam menentukan keputusan terbaik.rnrn
Deskripsi Inovasi
Budaya S5JT dilakukan agar siswa senantiasa
membiasakan diri agar selalu senyum,
salam, sapa, jabat tangan, dan tegur pelanggaran saat berinteraksi dengan orang
lain. Adapun budaya S5JT, terdiri atas:
a). Senyum, menggerakkan sedikit raut muka
serta bibir agar orang lain atau lawan bicara merasa nyaman dengan kehadiran
kita.
b). Salam, salam yang dilakukan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana
yang kaku dan kurang bersahabat. Salam bisa diwujudkan dengan lisan berupa
ucapan “Assalamu’alaikumâ€ÂÂ, dengan gerakan atau ekspresi atau pun menggabungkan
ketiganya.
c). Sapa, tegur sapa yang kita ucapkan dapat
membuat suasana menjadi akrab dan hangat, sehingga lawan bicara kita dihargai.
d). Sopan merupakan suatu perilaku menghargai
orang yang lebih tua.
e). Santun, adalah kebiasaan seseorang yang
lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.
f). Jabat Tangan, jabat tangan yang baik
adalah tidak terlalu kencang ataupun lemah. Jabat tangan menandakan seseorang
memiliki kepercayaan diridan pintar menempatkan diri dalam segala suasana.
g).
Tegur Pelanggaran, yaitu tindak memberikan peringatan kepada siapapun yang
melakukan perbuatan menyimpang sehingga tercipta sebuah keadaan yang aman,
nyaman, dan menyenangkan.
Sedangkan
gerakan sholat dzuhur berjamaah dilaksanakan pada jam istirahat kedua yang
diikuti oleh semua warga sekolah termasuk tamu yang hadir pada jam
tersebut. Kegiatan ini dibagi dalam 2
sesi; untuk putra pada sesi pertama dan putri pada sesi kedua.
membiasakan diri agar selalu senyum,
salam, sapa, jabat tangan, dan tegur pelanggaran saat berinteraksi dengan orang
lain. Adapun budaya S5JT, terdiri atas:
a). Senyum, menggerakkan sedikit raut muka
serta bibir agar orang lain atau lawan bicara merasa nyaman dengan kehadiran
kita.
b). Salam, salam yang dilakukan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana
yang kaku dan kurang bersahabat. Salam bisa diwujudkan dengan lisan berupa
ucapan “Assalamu’alaikumâ€ÂÂ, dengan gerakan atau ekspresi atau pun menggabungkan
ketiganya.
c). Sapa, tegur sapa yang kita ucapkan dapat
membuat suasana menjadi akrab dan hangat, sehingga lawan bicara kita dihargai.
d). Sopan merupakan suatu perilaku menghargai
orang yang lebih tua.
e). Santun, adalah kebiasaan seseorang yang
lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.
f). Jabat Tangan, jabat tangan yang baik
adalah tidak terlalu kencang ataupun lemah. Jabat tangan menandakan seseorang
memiliki kepercayaan diridan pintar menempatkan diri dalam segala suasana.
g).
Tegur Pelanggaran, yaitu tindak memberikan peringatan kepada siapapun yang
melakukan perbuatan menyimpang sehingga tercipta sebuah keadaan yang aman,
nyaman, dan menyenangkan.
Sedangkan
gerakan sholat dzuhur berjamaah dilaksanakan pada jam istirahat kedua yang
diikuti oleh semua warga sekolah termasuk tamu yang hadir pada jam
tersebut. Kegiatan ini dibagi dalam 2
sesi; untuk putra pada sesi pertama dan putri pada sesi kedua.