Tujuan & Sasaran Inovasi
Pembentukan hubungan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi IT untuk pemerataan akses belajar
Manfaat Inovasi
Untuk peningkatan kualitas ini Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim membuat SMA Jaringan Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan SMA Jaringan ini bentuk peningkatan kualitas dengan bantuan teknologi. Karena wilayah geografis Jatim yang luas luas, maka pemanfaatan teknologi lebih efektif dibandingkan orientasi person to person.
Deskripsi Inovasi
SMART (SMA Network), pembentukan hubungan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi IT untuk pemerataan akses belajar
Untuk peningkatan kualitas ini Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim membuat SMA Jaringan Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan SMA Jaringan ini bentuk peningkatan kualitas dengan bantuan teknologi. Karena wilayah geografis Jatim yang luas luas, maka pemanfaatan teknologi lebih efektif dibandingkan orientasi person to person.
"Jadi sekolah di paksa mengejar sekolah terbaik, tidak bisa pakai kebijakan terus."
"Sekolah jaringan ini isinya lima sampai 10 sekolah yang menginduk pada sekolah unggulan," ungkapnya dalam peresmian SMA Jaringan di kantor Dindik Jatim jalan Genteng Kali 33, Kamis (9/8/2018).
Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini menjelaskan indikator sekolah induk diantaranya adalah sekolah yang 75 persen siswanya diterima PTN dan nilai Ujian Nasionalnya baik.
"Nanti akan menggunakan teknologi melalui komputer atau gadget untuk saling berbagi materi dan pelaksanaan ujian online,"jelasnya.
Dengan peningkatan kualitas ini, guru juga harus mengejar polanya.
Penerapan pembelajaran berbasis teknologi ini dengan sendirinya nilai UN akan terangkat baik.
"Kalau hanya kontrak kerja mereka akan kesulitan mencari pola pembelajaran yang efektif.Jadi riil terlaksana penggunaan teknologi dalam optimalisasi pembelajaran, bukan hanya teori,"ungkapnya.
Dalam peresmian ini diresmikan 114 sekolah induk. Setiap sekolah induk akan membawahi lima sampai 10 sekolah jaringan
Untuk peningkatan kualitas ini Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim membuat SMA Jaringan Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan SMA Jaringan ini bentuk peningkatan kualitas dengan bantuan teknologi. Karena wilayah geografis Jatim yang luas luas, maka pemanfaatan teknologi lebih efektif dibandingkan orientasi person to person.
"Jadi sekolah di paksa mengejar sekolah terbaik, tidak bisa pakai kebijakan terus."
"Sekolah jaringan ini isinya lima sampai 10 sekolah yang menginduk pada sekolah unggulan," ungkapnya dalam peresmian SMA Jaringan di kantor Dindik Jatim jalan Genteng Kali 33, Kamis (9/8/2018).
Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini menjelaskan indikator sekolah induk diantaranya adalah sekolah yang 75 persen siswanya diterima PTN dan nilai Ujian Nasionalnya baik.
"Nanti akan menggunakan teknologi melalui komputer atau gadget untuk saling berbagi materi dan pelaksanaan ujian online,"jelasnya.
Dengan peningkatan kualitas ini, guru juga harus mengejar polanya.
Penerapan pembelajaran berbasis teknologi ini dengan sendirinya nilai UN akan terangkat baik.
"Kalau hanya kontrak kerja mereka akan kesulitan mencari pola pembelajaran yang efektif.Jadi riil terlaksana penggunaan teknologi dalam optimalisasi pembelajaran, bukan hanya teori,"ungkapnya.
Dalam peresmian ini diresmikan 114 sekolah induk. Setiap sekolah induk akan membawahi lima sampai 10 sekolah jaringan