Tujuan & Sasaran Inovasi
Tujuan dari penerapan Model Pembelajaran Teaching Factory antara lain :
1. Menciptakan sinergi dan integrasi proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran normatif, adaptif dan produktif , sehingga pengantaran kompetensi ke peserta didik lebih optimal.
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengantaran soft skill dan hard skill kepada peserta didik.
3. Meningkatkan kolaborasi dengan Siswa melalui penyelarasan kurikulum , penyediaan infrastruktur, alih pengetahuan / teknologi , pengenalan standar dan budaya industri.
4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan Siswa.
5. Mendorong munculnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di sekolah yang mengadop budaya industri.
1. Menciptakan sinergi dan integrasi proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran normatif, adaptif dan produktif , sehingga pengantaran kompetensi ke peserta didik lebih optimal.
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengantaran soft skill dan hard skill kepada peserta didik.
3. Meningkatkan kolaborasi dengan Siswa melalui penyelarasan kurikulum , penyediaan infrastruktur, alih pengetahuan / teknologi , pengenalan standar dan budaya industri.
4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan Siswa.
5. Mendorong munculnya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di sekolah yang mengadop budaya industri.
Manfaat Inovasi
Melalui Penerapan Model Pembelajaran Teaching Factory, akan diperoleh manfaat sebagai berikut :
1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengantaran soft skill dan hard skill kepada peserta didik.
2. Meningkatknya kolaborasi dengan du/di melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan infrastruktur , alih pengetahuan / teknologi, pengenalan standar dan budaya industri.
3. Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi.
4. Terjadinya perubahan paradigma pembelajan dan budaya kerja yang mengadop budaya industri diimplementasikan dalam PBM di sekolah.
1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengantaran soft skill dan hard skill kepada peserta didik.
2. Meningkatknya kolaborasi dengan du/di melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan infrastruktur , alih pengetahuan / teknologi, pengenalan standar dan budaya industri.
3. Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi.
4. Terjadinya perubahan paradigma pembelajan dan budaya kerja yang mengadop budaya industri diimplementasikan dalam PBM di sekolah.
Deskripsi Inovasi
Negeri 1 Sawoo Ponorogo yang telah di Launching oleh Bapak Wakil Bupati
Ponorogo Sudjarno pada Bulan November 2017, yang akan mempersiapkan lulusan
SMKN 1 Sawoo Ponorogo memiliki Kompetensi sebagai Patissier. Dengan
meningkatnya Gaya Hidup Masyarakat akan roti yang terbukti dengan meningkatnya
perkembangan Industri Bakery di Indonesia maka tenaga Patissier sangat
dibutuhkan dimasa sekarang dan dimasa-masa yang akan datang. Guru dan
peserta didik di latih di Industri dan Sekolah kerja sama dengan PUM Edu
Belanda dan difasilitasi seorang Expert ( Pakar ) Bakery dari Belanda yaitu Mr.
Leo Van Den Berg selama 3 minggu berada di SMKN 1 Sawoo. Disamping produk
Bakery juga pengemasan nya ( Packaging)
Ponorogo Sudjarno pada Bulan November 2017, yang akan mempersiapkan lulusan
SMKN 1 Sawoo Ponorogo memiliki Kompetensi sebagai Patissier. Dengan
meningkatnya Gaya Hidup Masyarakat akan roti yang terbukti dengan meningkatnya
perkembangan Industri Bakery di Indonesia maka tenaga Patissier sangat
dibutuhkan dimasa sekarang dan dimasa-masa yang akan datang. Guru dan
peserta didik di latih di Industri dan Sekolah kerja sama dengan PUM Edu
Belanda dan difasilitasi seorang Expert ( Pakar ) Bakery dari Belanda yaitu Mr.
Leo Van Den Berg selama 3 minggu berada di SMKN 1 Sawoo. Disamping produk
Bakery juga pengemasan nya ( Packaging)